Rabu, 04 Januari 2017

Pengertian Penjualan Kredit dan Faktor-faktornya

Tags

Pengertian Penjualan Kredit
Pengertian Penjualan Kredit

Sistem jual beli adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembeli maupun penjual. Apabila dahulu sistem jual beli dilakukan dengan sistem barter saat ini untuk menentukan harga dan juga pembayaran dilakukan dengan mata uang yang berlaku baik di negara tersebut maupun internasional. Berbagai macam jenis pembayaran juga sekarang banyak sekali bukan hanya dapat dibayar dengan pinjaman uang tunai tetapi juga dengan sistem kredit. Pengertian penjualan kredit seperti yang telah banyak diketahui orang adalah cara pembayaran dengan kredit atau angsuran.

Sistem pembayaran maupun penjualan secara kredit ini bukan merupakan sistem baru lagi melainkan sistem lama yang sudah ada semenjak dahulu. Hal ini terutama dilakukan oleh masyarakat pedesaan yang melakukan transaksi penjualan dengan cara membayar angsuran per bulannya. Adapun barang yang biasa untuk di kredit untuk masyarakat desa adalah barang yang sebenarnya murah seperti kosmetik, baju, alat masak, dan banyak lainnya. Hal tersebut sendiri menandakan bahwa hubungan yang baik antara penjual dan pembeli untuk bersilaturahmi dan menjual dan membeli barang dengan sistem symbiosis commensalism dimana tidak ada yang dirugikan dalam sistem penjualan kredit.

Akan tetapi seiring perkembangan jaman pengertian penjualan kredit saat ini juga semakin bergeser ke barang-barang yang mewah. Banyak pembeli yang memilih sistem kredit karena memang belum mampu untuk membayar barang tersebut secara lunas sehingga menggunakan kesempatan untuk memiliki barang dengan cara mengangsur tiap bulannya. Adapun barang yang dapat dijual dan dibeli secara kredit adalah:

  • Kendaraan bermotor baik untuk mobil maupun motor yang sekarang ini menjadi salah satu alat transportasi yang lazim digunakan oleh masyarakat.
  • Penjualan dengan sistem kredit juga dapat dilakukan untuk menjual rumah sehingga akan membantu masyarakat untuk dapat memiliki rumah idaman.
  • Barang mewah lainnya seperti tas bermerk, jam bermerk, dan juga perhiasan yang harganya mahal.
  • Berbagai barang elektronik yang mempunyai harga mahal dan dapat di kredit atau dibayar setiap bulan sampai lunas.

Sedangkan untuk faktor penjualan kredit yang pertama adalah standard kredit. Yaitu besarnya biaya barang yang akan diberikan untuk dapat diberikan sistem kredit. Walaupun mempunyai keuntungan dimana harga barang akan naik apabila menggunakan penjualan kredit, tetapi juga mempunyai resiko kredit macet atau tidak dibayar di tengah jalan. Hal tersebut tentu akan merugikan penjual sehingga harus mempertimbangkan dengan matang sebelum memilih calon debitur yang akan menerima kredit barang.

Faktor kedua ada syarat pembayaran yang harus jelas apakah bersifat lunak atau ketat. Kredit yang bersifat lunak sendiri mengutamakan kenyamanan penerima kredit sehingga menetapkan waktu pembayaran kredit yang fleksibel dan bunga yang tidak terlalu besar. Akan tetapi untuk kredit ketat biasanya akan mengutamakan keamanan dari penjualan kredit dan pinjaman dana tunai sehingga akan selektif untuk memilih pelanggan ketika memberikan kredit. Syarat utama yang biasanya diberlakukan adalah pelanggan dapat untuk membayar barang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan untuk pelanggan yang sering membeli barang secara kredit mempunyai riwayat baik dalam masalah pembayarannya.

Dari semua pengertian penjualan kredit diatas dan juga faktor kredit maka pilihan kembali ada di tangan masyarakat ketika akan mengambil barang dengan sistem penjualan kredit. Akan tetapi pada dasarnya sistem kredit sendiri mempunyai kelebihan untuk digunakan oleh orang yang memiliki penghasilan tetap karena dapat untuk membayar cicilan dengan gampang. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap sebaiknya menghindari sistem penjualan kredit.


EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.