Kamis, 29 Desember 2016

Prosedur Pinjaman Tanpa Agunan Semarang

Tags

Pinjaman Tanpa Agunan Semarang
Pinjaman Tanpa Agunan Semarang 

Walaupun saat ini sudah banyak tempat yang menawarkan pinjaman tanpa agunan kepada masyarakat dalam bentuk KTA seperti di Semarang, namun tidak semua kreditor atau tempat yang menawarkan kredit cocok atau sesuai dengan yang Anda inginkan. Anda harus mencari tahu terlebih dahulu tempat mana yang menawarkan KTA baik bank ataupun non bank yang sesuai dengan kebutuhan Anda. terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk memilih kreditor pinjaman tanpa agunan Semarang.

Hal yang harus dipertimbangkan yaitu:

  • Jumlah suku bunga yang ditawarkan, dan sebaiknya pilih kreditor dengan suku bunga yang rendah sehingga tidak membebani Anda.
  • Limit pinjaman apakah sesuai dengan yang Anda butuhkan atau tidak.
  • Lama tenor atau lama pelunasan kredit tanpa jaminan.
  • Biaya-biaya yang harus di tanggung misalnya biaya pinalti karena pelunasan dipercepat ataupun biaya keterlambatan karena Anda telat membayar sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

Sebelum Anda dapat memperoleh dana kredit tanpa agunan dari kreditor di Semarang, terdapat beberapa prosedur yang harus dilalui terlebih dahulu. Pertama adalah pastikan jika Anda sudah mempersiapkan persyaratan yang sebelumnya telah ditentukan oleh pihak kreditor. Persyaratan yang dimaksud juga termasuk dokumen yang harus dilampirkan untuk mengajukan kredit. Khusus untuk kredit yang diajukan di Bank, biasanya, untuk mengajukan KTA, diperlukan kartu kredit dengan lama keanggotaan minimal adalah 1 tahun. Serta, untuk pengajuan kredit minimal Rp 50 juta, dibutuhkan NPWP. Sedangkan jika Anda mengajukan di kreditor non-bank, syarat yang diajukan lebih mudah.

Kedua adalah pemeriksaan kartu kredit. Jika Anda mengajukan pinjaman tanpa agunan Semarang di bank, maka Anda harus lolos pemeriksaan catatan dari kartu kredit yang Anda miliki. Bank nantinya akan memeriksa secara menyeluruh catatan pemakaian kartu kredit. Pengecekan tersebut bermanfaat untuk melihat bagaimana gaya hidup dari calon debitur, apakah pernah mengalami tunggakan pinjaman tanpa bunga atau catatan kredit yang lancar. Kreditor seperti bank juga akan melihat catatan kredit Anda di bank Indonesia sebagai bank central.

Ketiga adalah pemeriksaan status profesi. Bank akan mengecek apakah status profesi yang Anda tuliskan di form pengajuan kredit tersebut sesuai dengan yang aslinya atau tidak. Petugas verifikasi terutama bank, akan lebih ketat dalam melakukan proses pengecekan. Jika Anda karyawan, maka Anda harus sudah menjadi karyawan tetap minimal selama 1 tahun dengan minimal gaji sesuai dengan yang ditetapkan oleh kreditor. Apabila Anda merupakan wiraswasta, maka usaha tersebut harus berjalan setidaknya 2 tahun dan jika Anda profesional seperti dokter, Anda harus mempunyai tempat praktik atau surat praktik yang sah sesuai hukum.

Keempat adalah penghitungan debt ratio. Kreditor akan melihat apakah jumlah pinjaman yang Anda ajukan tersebut berada di bawah atau tidak melebihi 30% dari jumlah total penghasilan yang Anda miliki. Jika melebihi dari 30% penghasilan Anda, dikhawatirkan akan membebani Anda dan tidak membuat kredit Anda macet nantinya. Kelima adalah pengecekan validasi nomor telepon karena kreditor akan menghubungi Anda lewat telepon.

Keenam adalah proses verifikasi. Kreditor akan menghubungi Anda untuk survey secara langsung sehingga menentukan apakah pinjaman tanpa agunan Semarang yang Anda ajukan sebelumnya diterima atau tidak. Jika diterima, maka Anda harus segera berdiskusi dengan pihak kreditor untuk memahami tentang pencairan, ketentuan yang akan diberlakukan dan dibebankan kepada Anda selaku debitor serta perjanjian antara kedua belah pihak seperti tanggal jatuh tempo untuk membayarkan cicilan atau mengembalikan kredit yang Anda peroleh.


EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.